1 Agustus 2020 Siap Implementasi e-Bupot 23/26 ke Seluruh PKP

Pada 1 Agustus 2020 e-Bupot 23/26 sudah bisa akses seluruh pengusaha kena pajak (PKP)

1 Agustus 2020 Siap Implementasi e-Bupot 23/26 ke Seluruh PKP

JAKARTA, Pajak My Community - Pada 1 Agustus 2020 e-Bupot 23/26 sudah bisa akses seluruh pengusaha kena pajak (PKP)

Hal tersebut akan berlaku secara nasional setelah otoritas mengeluarkan Keputusan DJP No. KEP-269/PJ/2020. 

“Implementasi nasional e-Bupot 23/26 untuk seluruh PKP mulai 1 Agustus 2020,” disampaikan pihak DJP melalui Instagram, pada (28/7/2020).

E-Bupot 23/26 merupakan layanan aplikasi yang disediakan otoritas di website www.pajak.go.id atau tempat lain yang ditetapkan DJP. E-Bupot 23/26 ini digunakan sebagai sarana untuk membuat bukti pemotongan 23/26 serta membuat dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23/26 dalam bentuk dokumen elektronik.


Ditjen Pajak menyampaikan setidaknya ada 6 manfaat e-Bupot 23/26. Pertama, tampilan lebih user friendly. Kedua, terdapat fitur tanda tangan elektronik. Ketiga, web based sehingga tidak membutuhkan proses instalasi.
Keempat, mengurangi biaya administrasi. Kelima, data terjamin keamananya karena disimpan di server DJP. Keenam, bukti potong di beri nomor secara generate oleh sistem dan unik per pemotong. 


kriteria wajib pajak yang harus menggunakan layanan e-Bupot mulai 1 Agustus 2020 adalah PKP yang terdaftar di KPP Pratama di seluruh Indonesia. Kemudian PKP tersebut memiliki pemotongan PPh Pasal 23/26 lebih dari 20 bukti potong dalam satu bulan atau satu masa pajak.
Dan PKP tersebut menerbitkan bukti potong dengan jumlah penghasilan bruto lebih dari Rp100 juta dalam satu bukti potong. Serta PKP sebelumnya sudah pernah menyampaikan SPT masa secara elektronik.

E-bupot dapat di akses melalui www.pajak.go.id, agar bisa mengakses aplikasi e-bupot harus memiliki akun atau e-fin dan sertifikat elektronik.