Apa Perbedaan Lapor Pajak Tahunan dan Bulanan?

Apa Perbedaan Lapor Pajak Tahunan dan Bulanan?
Sumber Foto : Klikpajak.id

Sebagai wajib pajak, selain membayar pajak, tentu memiliki kewajiban melapor pajak melalui penyampaian Surat Pemberitahunan (SPT) Tahunan atau Masa/Bulanan Pajak Penghasilan (PPh). Lalu menurut Anda apa perbedaan lapor pajak tahunan dan bulanan?

SPT memiliki dua macam jenis yaitu SPT Tahunan dan SPT Masa atau Bulanan. Yang dimaksud dengan SPT Tahunan adalah SPT untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.

Sedangkan yang dimaksud dengan SPT Masa adalah SPT untuk suatu Masa Pajak. Pengertian ini telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 243/PMK.03/2014.

Dengan demikian pada kegiatan pelaporan pajak yang harus Anda lakukan juga terbagi menjadi dua macam, yaitu tahunan dan bulanan. Berikut ini penjelasan tentang perbedaan lapor pajak tahunan dan bulanan.

Lapor Pajak Tahunan

Dalam penyampaian laporan pajak tahunan melalui SPT Tahunan biasanya digunakan untuk melaporkan penghasilan yang diterima oleh diri sendiri, baik penghasilan yang dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan, penghasilan dengan tarif umum, dan penghasilan final. Harta dan utang pada akhir periode pajak akan juga diikut sertakan pada pelaporan pajak tahunan.

Ada dua jenis wajib pajak yang harus melaporkan pajak tahunan yaitu wajib pajak orang pribadi dan wajib badan. Kedua wajib pajak ini diberikan waktu untuk lapor SPT diakhir tahun pajak.

SPT dari wajib pajak orang pribadi dibagi menjadi 3 jjenis formulir, yaitu formulir 1770, formulir 1770S, dan formulir 1770SS. Sementara itu bagi SPT wajib pajak badan hanya terdiri dari 1 jenis formulir saja, yaitu 1771.

Masing-masing wajib pajak diberikan batas waktu dalam lapor pajak tahunan, Untuk wajib pajak pribadi, maksimal peleporan pajak tahunan adalah 3 bulan setelah akhir masa pajak.

Bagi wajib pajak badan, setelah batas waktunya adalah 4 bulan setelah akhir masa pajak. Yang dimaksud pada akhir masa pajak disini adalah batas akhir tahun buku pajak. Bagi wajib pajak yang tahun bukunya sama dengan tahun kalender maka akhir masa pajaknya adalah 31 Desember.

Wajib pajak yang memiliki akhir masa pajak 31 Desember, maka batas akhir lapor SPT adalah 31 Maret untuk orang pribadi dan 30 April bagi badan. Sementara bagi yang akhir batas laporannya adalah 31 Oktober untuk orang pribadi dan 30 November bagi wajib badan.

 

Lapor Pajak Bulanan

Berbeda dengan pajak tahunan, lapor pajak bulanan menggunakan media penyampaian SPT Masa. Tujuan dari penyampaian SPT Masa adalah untuk melaporkan pajak yang dipungut dari orang lain.

Contohnya adalah perusahaan wajib melaporkan pajak penghasilan (PPh) 21 yang dipotong atas upah atau gaji karyawannya. Begitu juga dengan penjual wajib melaporkan pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang yang dijualnya.

Walaupun Laporan pajak bulanan sama-sama menggunakan SPT Masa. namun setiap SPT Masa memiliki jenis yang berbeda-beda. Ada SPT Masa PPh 21, PPh 26, PPh 23, PPh Pasal 24 ayat (2), dan SPT Masa PPN.

Untuk setiap jenis pajak bulanan  memiliki format SPT Masa yang berbeda karena didasarkan pada objek dan jenis pajak. Namun, semuanya memiliki kesamaan baik sama-sama harus melampirkan bukti potong.

Batas pelaporan SPT Masa adalah tanggal 20 bulan berikutnya. Jika bertepatan dengan hari libur maka berakhir pada hari kerja berikutnya.