Apa yang baru dari PMK Nomor 86 Tahun 2020 ?

Sebagai upaya penanganan dampak pandemik covid-19 pemerintah telah memberikan insentif perpajakan. Hal ini terbukti dengan diterbitkannya PMK 23, PMK 44, dan saat ini PMK 86.

Apa yang baru dari PMK Nomor 86 Tahun 2020 ?

Pada bulan maret 2020 beberapa daerah di indonesia akhirnya mengeluarkan keputusan untuk menerapkan PSBB dikarenakan jumlah orang yang positif corona semakin meningkat. Demikian pula pemerintah juga mengambil tindakan cepat sebagai upaya penanganan dampak pandemik covid-19 dengan memberikan insentif perpajakan. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya banyak pelaku usaha atau bisnis yang harus berhenti beroprasi dan bahkan ada yang harus menutup usahanya dikarnakan tidak mampu lagi membayar kebutuhan operasional usaha. Sementara pandemik covid-19 tidak diketahui kapan akan berakhir.

Mulanya Kementrian Keuangan telah mengeluarkan PMK Nomor 23 Tahun 2020 (pada 23 Maret 2020) kemudian di gantikan dengan PMK Nomor 44 Tahun 2020 (pada 27 April 2020) dan saat ini sudah diundangkan PMK Nomor 86 Tahun 2020 sebagai pengganti PMK Nomor 44 Tahun 2020.

Apa saja yang baru dari PMK Nomor 86 Tahun 2020 ? 

Dalam hal insentif PPh Pasal 21 DTP

  • Sektor tertentu 1189 KLU, WP KITE & KB
  • Insentif sampai dengan Desember 2020
  • Pemberitahuan pusan & cabang (WP KITE & KB)
  • Pemeberitahuan hanya disampaikan pusat & berlaku untuk semua cabang (WP sektor tertentu/KLU)

Dalam hal insentif PPH Final UMKM DTP

  • WP PP 23 Tahun 2018
  • WP tidak perlu mengajukan Surat Keterangan, cukup menyampaikan Laporan Realisasi
  • Laporan Realisasi setiap bulan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya
  • Insentif sampai dengan desember 2020

Nah itu di antara yang ada dalam PMK Nomor 86 Tahun 2020. Masih ada 3 hal baru lainnya yang bisa anda baca dan pelajari langsung dengan cara mendownload dokumen PMK Nomor 86 Tahun 2020 atau bisa konsultasi langsung dengan cara hubungi kami.