Benarkah Sumbangan Dan Hibah tidak dikenakan PPh ??

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan beberapa perincian mengenai syarat pengecualian dikenakannya pajak untuk objek pajak penghasilan (PPh). Dimana ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.03/2020.

Benarkah Sumbangan Dan Hibah tidak dikenakan PPh ??
Hibah via theheartlinknetwork.com

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan beberapa perincian mengenai syarat pengecualian dikenakannya pajak untuk objek pajak penghasilan (PPh) bantuan, sumbangan ataupun harta hibah bagi wajib pajak sebagai penerima, maupun keuntungan akibat pengalihan harta melalui bantuan, sumbangan dan harta hibahan. Dimana ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.03/2020, dikatakan bahwa bantuan dan sumbangan dikecualikan sebagai objek PPh selama tidak adanya hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan, dan penguasaan di antara pihak yang bersangkutan.

Untuk syarat lainnya agar penghasilan dalam bentuk hibah serta pemberian berupa bantuan, sumbangan, dan hibah tidak dikenakan PPh yaitu sebagai pihak penerima harus merupakan orangtua kandung atau anak kandung. Dan penerima juga harus merupakan suatu badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial seperti yayasan, koperasi, serta orang pribadi yang menjalankan suatu usaha mikro kecil. Dan ternyata, semua bentuk bantuan, sumbangan dan hibah dapat dijadikan sebagai pengurang bruto untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) bagi pihak pemberi.

Kemudian, DJP Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga memperinci dalam perihal pembukuan dari sumbangan yang berbentuk barang. Sumbangan berupa barang ini dibukukan oleh pihak penerima sesuai dengan nilai buku dari pihak pemberi sumbangan tersebut. Dan bila yang disumbangkan harta selain tanah ataupun bangunan maka nilai lain yang digunakan adalah harga pasar dari harta tersebut jika terjadi pengalihan.