Berita Pajak : Ternyata Ini Alasan DJP Hanya Mengirim Email pada Wajib Pajak Strategis (174.000WP)

Berita Pajak : Ternyata Ini Alasan DJP Hanya Mengirim Email pada Wajib Pajak Strategis (174.000WP)
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (DJP) Bapak Hestu Yoga Saksama

PAJAK.MY.ID - Ternyata dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan upaya survei ini dengan cara mengirim Email kepada Wajib Pajak strategis sebanyak 174.000 dengan alasan dan tujuan yang pertama untuk memantau kegiatan-kegiatan terbaru dari usaha yang dimiliki oleh Wajib Pajak. Kedua untuk memantau secara lebih detail data diri dari  Wajib Pajak yang telah terkait kebijakan insentif yang sudah diberikan pemerintah dimana aspek ini sangat penting untuk mengetahui seberapa baik respons pelaku usaha pada kebijakan insentif pajak. Ketiga dillakukannya survei via Email pada Wajib pajak sendiri ini merupakan salah satu basis untuk menyusun kebijakan fiskal dan nonfiskal lanjutan.

Dapat diketahui pula dari Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) (Hestu Yoga Saksama), beliau mengatakan bahwa otoritas melakukan survei terhadap wajib pajak strategis dikarenakan segmen tersebut mendominasi pemberian insentif pajak dimasa pandemi Covid-19 , terkhususnya insentif yang sesuai dengan PMK Nomor 86 Tahun 2020.

Kemudian, kebanyakan dari Wajib Pajak disini juga ternyata memanfaatkan insentif PPh Pasaal 21 DTP, diskon 30% angsuran PPh Pasal 25, dan insentif pengembalian pendahuluan PPN yang dimana insentif tersebut merupakan jenis insentif yang ditawarkan oleh pemerintah.

Kegiatan survei tersebut akan dilangsungkan di minggu pertama bulan Agustus 2020 ini yang agendanya sendiri untuk menghimpun data. Maka dari Hestu sendiri berharap kerjasama antara wajib pajak strategis yang terkait agar dapat mengisi dan juga menyerahkan hasil survei paling lambat yaitu Jumat, 7 Agustus 2020 ini. 

"Kita batasi sampai dengan tanggal 7 Agustus 2020. Kami sangat mengharapkan respons wajib pajak yang disurvei demi evaluasi dan perbaikan kebijakan,” tutur Hestu Yoga Saksama.