Cara menghitung pajak suami-istri yang bekerja

Dalam kesempatan ini saya akan berbagi contoh kasus perhitungan pajak penghasilan atas istri yang bekerja dan memilih ikut suami (1 NPWP)

Cara menghitung pajak suami-istri yang bekerja

CONTOH KASUS

Tuan andi adalah seorang karyawan di PT. ABC dengan penghasilan Netto setahun 100.000.000 dan memiliki istri yang juga bekerja sebagai karyawan di PT. DEF dengan penghasilan Netto setahun 70.000.000. Mereka belum dikarunia anak. Berapakah PPh yang dipotong oleh pemberi kerja atas penghasilan Tuan andi dan istri?

Atas penghasilan mereka telah dipotong pajak oleh pemberi kerja masing-masing dengan perhitungan sebagai berikut:

SUAMI (Tuan Andi)
Penghasilan Netto = 100.000.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (K/0) = (58.500.000)
Penghasilan Kena Pajak = 41.500.000
PPh Terhutang (5% x 41.500.000) = 2.075.000

ISTRI
Penghasilan Netto = 70.000.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (TK/0) = (54.000.000)
Penghasilan Kena Pajak = 16.000.000
PPh Terhutang (5% x 16.000.000) = 800.000

Nah mudah bukan. Jangan lupa apabila istri ikut kepada suami maka status istri dalam menghitung pajak terhutang menjadi TK/0.