Dampak tidak memberi materai pada faktur penjualan

Menurut undang undang nomor 13 tahun 1985 tentang bea materai, disebutkan kalau fungsi materai adalah pajak dokumen yang dibebankan oleh Negara untuk dokumen tertentu.

Dampak tidak memberi materai pada faktur penjualan
PAJAK BEA MATERAI - materikuliahperpajakan

Berdasarkan UU no. 13 tahun 1985 mengenai bea materai, menjelaskan bahwa fungsi materai sebagai pajak dokumen yang dipungut oleh Negara untuk dokumen tertentu dan menjadi salah satu pemasukan negara, termuat  juga dalam BAB II pasal 2 ayat 1 huruf d bahwa :

1. Yang menyebutkan penerimaan uang;

2. Yang menyatakan pembukuan atau setoran uang di rekening bank;

3. Yang berisi notifikasi saldo rekening bank;

4. Yang berisi pengakuan bahwa seluruh atau sebagian hutang telah dilunasi atau dihitung.

dua dari empat poin diatas dapat disimpulkan bahwa faktur penjualan tidak akan dikenakan bea materai jika hanya difungsikan sebagai dokumen penjualan saja.  Untuk faktur penjualan sendiri jika tidak diberi materai, bukan berarti menjadikannya sebagai dokumen yang tidak sah dalam transaksi antar perusahaan, dokumen tersebut tetap sah, namun secara hukum faktur penjualan tersebut tidak dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan jika nantinya timbul suatu hal yang diperselisihkan dan harus diselesaikan di pengadilan.

Menurut PP No. 24 tahun 2000 tentang perubahan tarif bea materai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea materai mengatur bahwa faktur penjualan (invoice) jika digunakan hanya sebagai dokumen penjualan, maka tidak perlu diberi materai. Namun jika digunakan sebagai tanda bukti penerimaan penerimaan pembayaran, maka faktur penjualan (invoice) harus dikenakan bea materai.

Untuk faktur penjualan (invoice) digunakan sebagai dokumen penjualan saja, maka untuk tanda bukti pembayaran bisa digunakan kwitansi pembayaran dan biasanya pada kwitansi diberikan materai.