Ini La Cara Lapor Pajak PPh 21 DTP Saat PSBB Jakarta Fase 2

Apakah tempat perusahaan Anda bekerja sekarang memanfaatkan fasilitas insentif pajak dampak Covid-19 berupa Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP). Berikut tata cara lapor pajak PPh 21 yang ditanggung oleh pemerintah (DTP) saat berlangsungnya PSBB Jakarta fase 2.

Ini La Cara Lapor Pajak PPh 21 DTP Saat PSBB Jakarta Fase 2
Sumber Foto : Pajakku.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberlakukan pengetatan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) mulai 14 September 2020, setelah menerapkan PSBB Transisi pada Juni lalu.

Sejumlah aktivitas umum kembali dibatasi. Adapun kegiatan yang dibatasi adalah sekolah, pekantoran dan ada beberapa sektor usaha juga yang tetap diberikan izin untuk buka dengan syarat ada pembatasan kapasitas orang.

Mengenal Jenis Insentif Pajak Dampak Covid-19

Bukan hanya PPh 21 saja, Pemerintah juga memberikan sejumlah insentif pajak dampak Virus Corona (Covid-19) lainnya, seperti :

  • Pembebasan PPh 22 impor
  • Pengurangan angsuran PPh 25
  • Pengembalian pendahuluan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Penurunan tarif PPh Badan
  • PPh Final UMKM DTP

Berbagai insentif pajak damak Covid-19 itu tertuang dalam PMK Nomor 110/PMK.03/2020 Tentang Perubahan Atas PMK No. 86/PMK.03/2020 tentang Isentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019.

PMK No.86/2020 sendiri merupakan pengganti PMK No.44/PMK.03/2020 yang dicabut karena dianggap sudah tidak tepat. Namun, dengan adanya PMK No. 110/2020 ini tidak mencabut PMK No. 86/2020.

Melalui Beleid terbaru ini , jenis usaha yang bisa memanfaatkan PPh Pasal 21 DTP bertambah 127 Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) menjadi 1.189 KLU dari sebelumnya yakni PMK 44/2020.

Pemberian insentif pajak dampak Covid-19 ini awalnya hanya berlaku selama 6 bulan saja dari April hingga September 2020. Lalu diperpanjang menjadi 9 bulan, yakni berlaku hingga Desember 2020.

Cara Melaporkan Insentif Pajak PPh 21 DTP

Ingat, pelaporan insentif pajak dampak Covid-19 ini harus dilakukan setiap bulan, paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.

Meski di tengah pandemi pelaporan pajak tetap harus dilakukan. Tak perlu datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), tapi dilakukan secara daring melalui aplikasi DJP Online sebagaimana telah ditentukan dalam tata cara pelaporan realisasi pemanfaatan insentif PPh 21 DTP.

Langkah-Langkah Pelaporan PPh 21 DTP

Cara menyampaikan laporan realisasi insentif PPh Pasal 21 dItanggung Oleh Pemerintah adalah :

  1. Login pada website www.pajak.go.id
  2. Pilih menu Layanan
  3. Memiih Info KSWP
  4. Memilih Profil Pemenuhan Kewajiban Saya

Berikutnya langkah-langkah melaporkan realisasi PPh 21 DTP :

  1. Setelah masuk ke Profil Pemeneuhan Kewajiban Saya, klik Aktivasi Fitur Layanan dan Centang e-reporting insentif Covid-19.
  2. Akan muncul kolom Daftar Pelaporan . Lalu Klik Tambah
  3. Pada Kolom Pelaporan Baru, pilih jenis menyampaikan realisasi yang dinginkan.
  4. karena saat ini sedang ingin melaporkan realisasi PPh 21 DTP , maka pilih jenis pelaporan realisasi insentif PPh Pasal 21 DTP, lalu klik Lanjutkan.
  5. Berikut isi Kode Keamanan, kemudian klik Lanjutkan.
  6. Jika Anda tidak termasuk KLU yang mendapatkan insentif pajak ini, akan muncul notifikasi kesalahan atau ikon tanda silang dengan keterangan yang menyebutkan bahwa Anda tIdak diperkenankan melakukan pelaporan realisasi karena tidak termasuk yang penerima insentif.
  7. Jika berhasil, Anda akan diarahkan untuk mengunggah pelaporan realisasi insentif PPh Final DTP.
  8. Anda akan diarahkan untuk mengunggah (upload) file laporan realisasi insentif PPh 21 DTP.
  9. Kemudia lakukan penamaan file sesuai format :AAAAAAAAAAAAAAA_BBCC_DDDD_EE_FF.xlsx. A: 15 digit (NPWP), B:2 digit (masa pajak awal), C: 2 digit (masa pajak akhir), D:4 digit (tahun pajak), E: 2 digit (kode pelaporan realisasi), F:2 digit (kode pembetulan)
  10. Berikut contoh format penamaan file: 065788556423000_0404_2020_01_00.xlsx.
  11. Untuk Kode Pelaporan Realisasi PPh 21 DTP menggunakan 02. jika pelaporan normal kode pembetulan (2 digit belakang) diisi 00, dan apabila ingin melaporkan pembetulan diisi 01 dan seterusnya.
  12. Selanjutnya lakukan upload file laporkan realisasi, kemudian klik Sumbit.

Setelah memanfaatkan insentif dampaka Covid-19 dan melaporkan realisasi PPh 21 DTP, lakukan juga penyampaian Surat Pmberitahuan (SPT) Tahunan/Masa Anda tepat waktu untuk menghindari sanksi denda.