Inilah Daftar Terbaru Perusahaan yang Dipungut Pajak Digital

Inilah Daftar Terbaru Perusahaan yang Dipungut Pajak Digital
Alinea.ID

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini kembali menambahkan daftar perusahaan yang mendapat tugas agar menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) produk digital atau disebut juga dengan pajak digital. Pungutan ini dilakukan yaitu atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

Kemudian, dikutip dari keterangan yang tertulis Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pada Jumat (7/8/2020), ada 10 nama perusahaan yang ditunjuk untuk menarik pajak digital. Yang pada sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk 6 perusahaan saja. Dengan begitu, kini semuanya ada 16 perusahaan yang ditunjuk untuk jadi pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Produk Digital Luar Negeri.

Berikut ini 6 nama perusahaan yang disebut sebagai pelaku usaha, yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah :

  • Netflix International B.V.

  • Amazon Web Services Inc.

  • Google Asia Pacific Pte. Ltd.

  • Google Ireland Ltd.

  • Google LLC.

  • Spotify AB.

Dan berikut ini 10 nama perusahaan yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan menerima nomor identitas perpajakan sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari gelombang kedua :

  • Amazon.com Services LLC
  • Audible, Inc
  • Facebook Payments International Ltd
  • Facebook Ireland Ltd
  • Facebook Technologies International Ltd
  • Alexa Internet
  • Audible Ltd.
  • Apple Distribution International Ltd
  • Tiktok Pte. Ltd
  • The Walt Disney Company(Southeast Asia) Pte. Ltd.