Kabar baik untuk warga Kota malang ditengah pandemi, ini penjelasannya.

Kabar baik untuk warga Kota malang ditengah pandemi, ini penjelasannya.
Sumber : Mage Propertindo

Kabar baik bagi warga Kota Malang ditengah masa sulit, begini penjelasannya.

Warga kota malang patut bersuka cita, hal tersebut dikarenakan Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur menetapkan peraturan baru untuk memperpanjang periode pembayaran pajak daerah dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19.

Ade Herawanto, selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Malang menyatakan bahwa perpanjangan masa pembayaran pajak daerah diatur dalam SK Wali Kota Malang No.191/2020.

Ada dua hal penting terhadap peraturan tersebut, yaitu perpanjangan masa pembayaran PBB-P2 dan keringanan pembayaran pajak selain PBB-P2.

Beliau mengatakan jatuh tempo masa pembayaran PBB-P2 yang semula tanggal 31 juli 2020 diperpanjang menjadi 31 Oktober 2020. Melalui keputusan ini diharapkan masyarakat dapat terhindar dari denda dan semakin taat pajak.

“Tambahan waktu ini semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, sehingga tidak sampai kena denda atas keterlambatan pembayaran dikemudian hari,” ujarnya saat memberikan pernyataan Rabu (29/7/2020).

Untuk keringanan lainnya yaitu pemotongan pajak sebesar 50% non PBB-P2 bisa berlaku, syaratnya pelaku usaha mengajukan surat permohonan keringanan pembayaran pajak kepada Bapenda dan diwajibkan untuk melaporkan omzet usahanya tiap bulan. Namun tim verifikasi dari Bapenda akan melakukan penelusuran langsung ke lapangan untuk memastikan pelaku usaha tersebut layak mendapatkan keringanan pembayaran Pajak. Dirinya berharap dengan adanya keringanan ini dapat membantu pelaku usaha agar tetap menjalankan bisnisnya pada masa sulit ini.

“Untuk mekanisme pelaporan omzet tetap sama, yaitu paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Selain itu masih banyak keringanan-keringanan lainnya seperti bebas telat lapor, perpanjangan masa jatuh tempo dan lainnya. Semuanya dijalankan dengan cara persuasif,” ujarnya.