Langkah-langkah Mendapatkan Besaran Penghasilan Kena Pajak untuk WP Badan

Langkah-langkah Mendapatkan Besaran Penghasilan Kena Pajak untuk WP Badan
Jurnal.id

Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah suatu dasar penghitungan untuk menentukan besarnya Pajak Penghasilan yang terutang. Dan Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Badan yang terdapat pada UU PPh Pasal 14 dihitung dengan menggunakan norma penghitungan.Kemudian, dalam penentuan Penghasilan Kena Pajak, Wajib Pajak Badan disini wajib untuk menyelenggarakan pembukuan.

Langkah-langkah mendapatkan besaran Penghasilan Kena Pajak (PKP) WP Badan yaitu sebagai berikut:

  1. Menghitung seluruh Penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak. Maksudnya disini penghasilan yang bukan objek pajak dan penghasilan yang dikenakan sebagai Pajak Penghasilan yang sifatnya final tidak perlu dimasukkan. Lalu jika penghasilan yang tidak bisa dikurangkan tersebut telah masuk dalam pembukuan wajib pajak badan, maka penghasilan tersebut perlu dikeluarkan dari Laporan Rugi/Laba terlebih dahulu melalui koreksi fiskal.
  2. Mengurangkan biaya apa saja yang telah dikeluarkan oleh badan tersebut. Maksudnya biaya tersebut meliputi seluruh biaya baik secara langsung ataupun secara tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha, diantaranya : biaya pembelian bahan; biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa (gaji, tunjangan dsb), biaya bunga, biaya sewa, royalty, biaya perjalanan, biaya pengolahan limbah, premi asuransi, biaya promosi dan penjualan, biaya administrasi. Kemudian, tidak lupa juga untuk mengurangkan biaya penyusutan dan amortisasi.
  3. Memperhatikan biaya apa saja yang tidak bisa dikurangkan.  Seperti yang ada dalam perundangan perpajakan dan aturan turunannya. Mengeluarkan biaya-biaya dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak. Jika sudah terlanjur masuk dalam pembukuan wajib pajak, maka biaya tersebut harus dikeluarkan terlebih dahulu melalui koreksi fiskal. Dan biaya itu di antaranya pembagian laba dividen, pembagian sisa hasil usaha koperasi ataupun biaya untuk kepentingan pribadi bagi pemegang saham, bagi sekutu, atau anggota ataupun biaya lain yang diatur dalam peraturan perpajakan.

Selanjutnya, jika penghasilan bruto setelah pengurangan biaya tersebut  didapat kerugian dan tidak terdapat Penghasilan Kena Pajak, Maka kerugiannya itu dikompensasikan dengan penghasilan yang dimulai dari tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan 5 (lima) tahun.