Pajak apa yang timbul dari jual-beli rumah pribadi?

Anda mungkin pernah bertanya pajak apa yang timbul dari transaksi jual beli rumah? Kita simak penjelasan singkat berikut ini.

Pajak apa yang timbul dari jual-beli rumah pribadi?

Sebelum anda menjual atau membeli rumah pastikan sudah memahami aspek perpajakan yang timbul dari transaksi tersebut. Karena seringkali terjadi kesalahpahaman saat bertransaksi jual beli rumah, sehingga ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam transaksi jual beli rumah, mari simak penjelasan singkat berikut ini.

Pajak yang di tanggung oleh penjual
Apabila anda adalah penjual rumah yang bukan merupakan warisan maka anda harus menanggung beban Pajak penghasilan dan pajak bumi bangunan.

  • Pajak Penghasilan (PPh) akan menjadi tanggungjawab penjual selaku penerima uang dari transaksi tersebut. Besaran tarif PPh yang dikenakan dari transaksi penjualan rumah adalah 2,5%. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomer 34 tahun 2016 tentang tarif baru PPh Final atas pengalihan hak tanah/bangunan. Artinya jika seandainya rumah yang anda jual harganya 100 Juta, maka PPh yang harus dibayar adalah senilai 2,5 Juta (100 juta x 2,5% = 2,5 juta). Pembayaran PPh harus di lakukan sebelum penerbitan Akte Jual Beli.
  • Pajak Bumi Bangunan (PBB). Pajak ini umumnya dibayar dalam masa satu tahun. Tentu sebagai penjual anda harus menjalankan kewajiban untuk melunasi Pajak Bumi Bangunan sebelum menjual rumah. Untuk tarif PBB adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). NJKP yang ditetapkan oleh pemerintah adalah 20% jika harga rumah dibawah 1 Miliyar, dan 40% jika harga rumah diatas 1 Miliyar.

Lalu bagaimana dengan pembeli?

Jika anda adalah pembeli maka anda harus menanggung dan atau membayar Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Tarif BPHTB adalah 5% dari harga jual rumah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Untuk nilai NPOPTKP diatur oleh masing-masing pemerintah daerah tempat dimana rumah tersebut berada.

Contoh:
Nurtiyas membeli rumah di jakarta dengan harga 100 Juta. Diketahui:
NPOP = Rp 100.000.000
NPOPTKP (Jakarta) = Rp 80.000.000
Maka BPHTB yang harus dibayar Nurtiyas adalah Rp 1.000.000
BPHTB = (Rp 100.000.000 - Rp80.000.000) x 5% = Rp 1.000.000