Penambahan Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Menjadi 50%

Penambahan Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Menjadi  50%
Sumber foto: sanyangtaxconsultants

Dalam waktu dekat ini,pemerintah akan segera memberlakukan penambahan diskon angsuran Pajak Penghasilan (PPh) pasal 25 yang saat ini 30% menjadi 50%. Tujuan dari penambahan diskon tersebut adalah untuk meningkatkan perekonomian di semester kedua tahun 2020. 

Sebelumnya ,insentif tersebut sudah dimuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. Namun dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan sendiri masih mencoba merevisi mengenai kebijakan dan peraturan yang tertuang dalam PMK tersebut.

Menurut Direktur Peraturan Perpajakan II Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Yunirwansyah mengatakan bahwa, dalam minggu ini PMK yang  memuat penambahan besaran diskon angsuran PPh Pasal 25 dari 30% menjadi 50% akan diterbitkan. Kebijakan tersebut rencananya akan mulai diberlakukan untuk  masa pajak Juli 2020 sehingga setoran mulai bulan Agustus ini langsung dapat memnafaatkan pengurangan sebesar 50%. 


Penambahan diskon ini berlaku secara otomatis untuk semua wajib pajak yang memanfaatkannya,sehingga wajib pajak yang telah memanfattkan fasilitas angsuran PPh pasal 25 ini tidak perlu melakukan pengajuan permohonan insentif untuk diskon 50% tersebut. Namun demikian,wajib pajak tetap harus menyampaikan laporan pemanfaatan fasilitas diskon angsuran PPh pasal 25 sesuai dengan ketentuan yang nantinya akan diterbitkan sekitar tanggal 20 Agustus 2020.


Dalam PMK terbaru,pemerintah juga akan memperluas jumlah sektor  usaha yang berhak memanfaatkan diskon tersebut. Selain penambahan diskon ini,pemerintah mengkaji ulang mengenai mekanisme pelaksaan dan pertanggungjawaban atas pajak yang ditanggung pemerintah (DTP) dalam penanganan pandemi Covid-19 yang telah tercantum dalam PMK.107/2020. Pemerintah berharap.semoga kebijakan-kebijakan yang akan direalisasikan tersebut dapat menyesuaikan kebutuhan disetiap sektor usaha sehingga sektor-sektor tersebut mampu berkontribusi dalam pemulihan perekonomian.