Siapa yang wajib memungut PPN ?

Pajak pertambahan Nilai (PPN) adalah pungutan yang dibebankan atas transaksi jual-beli barang dan jasa yang dilakukan oleh wajib pajak pribadi atau wajib pajak badan yang telah menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Siapa yang wajib memungut PPN ?

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

"Tidak semua pengusaha atau perusahaan wajib memungut PPN. Karena pajak pertambahan nilai  (PPN) dipungut dan disetorkan oleh pengusaha atau perusahaan yang telah di kukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Sementara itu yang Bukan Pengusaha Kena Pajak tidak ada kewajiban untuk memungut PPN".
 

Tarif PPN menurut ketentuan Undang-Undang No.42 tahun 2009 pasal 7 :

1. Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen).

2. Tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 0% (nol persen) diterapkan atas:

  • Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud
  • Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud
  • Ekspor Jasa Kena Pajak

3. Tarif pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berubah menjadi paling rendah 5% (lima persen) dan paling tinggi sebesar 15% (lima belas persen) sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah.

Sesuai dengan ketentuan PMK No.197/PMK.03/2013, suatu perusahaan atau seorang pengusaha ditetapkan sebagai PKP apabila transaksi penjualannya melebihi Rp 4,8 miliar dalam setahun.

Dan apabila pengusaha tidak dapat mencapai transaksi dengan jumlah Rp 4,8 miliar tersebut, maka pengusaha dapat langsung mencabut permohonan pengukuhan sebagai PKP.

Dengan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP), pengusaha wajib memungut, menyetor dan melaporkan PPN yang terutang.