Tahun 2021 Penerimaan Pajak Ditargetkan Tumbuh 5,8%. Berikut insentif yang masih diberikan.

Tahun 2021 Penerimaan Pajak Ditargetkan Tumbuh 5,8%. Berikut insentif yang masih diberikan.
Sumber : Smart Legal ID

Tahun 2021 Penerimaan Pajak Ditargetkan tumbuh 5,8%, berikut insentif yang masih diberikan.

Untuk membantu pemulihan ekonomi, pemerintah terus melakukan berbagai upaya, salah satunya meneruskan pemberian insentif pajak untuk tahun 2021. “insentif tetap diberikan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi. Kalau ekonomi mulai pulih, kita berharap penerimaan dari PPh dan PPN mulai secara bertahap pulih kembali,” kata Sri Mulyani.

Insentif yang masih akan diberikan di tahun 2021 yaitu pertama, percepatan pengembalian pendahuluan PPN. Insentif ini diberikan dengan tujuan untuk membantu Cash Flow perusahaan agar bisa memulai usahanya. Kedua, insentif PPh 22 impor. Fasilitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku sektor-sektor yang terdampak covid-19. Ketiga, pajak ditanggung pemerintah (DTP). Tujuan insentif ini adalah untuk meningkatkan daya saing dan perekonomian sector tertentu. Keempat, tax holiday dan tax allowance. Insentif ini tujuannnya adalah untuk menarik investor, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah.

Didalam Rancangan Anggaran Pembelanjaan Negara tahun 2021, pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp.1.268,5 T. Jumlah tersebut naik 5,8% dari target yang ditetapkan dalam Perpres No.72/2020 senilai Rp.1.198,8 T atau turun 20,6% dibandingkan dengan target dalam Rancangan Anggaran Pembelanjaan Negara tahun 2020 induk senilai Rp.1.642,6 T.