Tarif PPN 1% untuk produk pertanian tertentu.

Tarif PPN 1% untuk produk pertanian tertentu.
Sumber : IC Consultant

Tarif PPN 1% untuk produk pertanian tertentu 

Untuk memberikan sejumlah kemudahan kepada petani dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, pemerintah melalui kementerian keuangan mengeluarkan PMK No.89/PMK.010/2020. Peraturan ini mengatur tentang nilai lain sebagai dasar pengenaan pajak dalam pengenaan pajak pertambahan nilai atas penyerahan barang hasil pertanian tertentu.

Dari hal tersebut, BKF (Badan Kebijakan Fiskal) kementerian keuangan memberikan keterangan bahwa produk pertanian adalah barang kena pajak yang atas penyerahannya dari petani atau kelompok petani yang peredaran usaha nya melebihi Rp.4,8 M kepada pembeli, maka akan dikenakan PPN dengan tarif 10% dari harga penjualan.

Jadi mereka bisa memilih menggunakan tarif lain sebagai dasar pengenaan pajaknya yaitu dengan tarif 10% dari harga penjualan, sehingga tarif PPN nya yaitu sebesar 1% harga jual.

Barang-barang dari hasil pertanian yang dapat menggunakan nilai lain yaitu barang hasil perkebunan seperti getah karet dan kelapa sawit, tanaman hias & obat-obatan, tanaman pangan untuk konsumsi, dan hasil hutan.

Sekarang, petani dapat memilih untuk menggunakan mekanisme nilai lain, atau mekanisme normal. Untuk menggunakannya, petani hanya perlu memberitahukan kepada KPP tempatnya terdaftar pada saat menyampaikan SPT.

PKP yang membeli dari petani ditunjuk sebagai pemungut PPN sebesar 1% dan dapat mengkreditkan PPN tersebut sebagai pajak masukan. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi petani dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.