Terungkap Sudah Total Kerugian Pajak Negara Atas Kasus PS Store 

 Terungkap Sudah Total Kerugian Pajak Negara Atas Kasus PS Store 
sumber : https://rri.co.id

Terungkap Sudah Kerugian Pajak Negara akibat Kasus PS Store !


Pajak yang tidak diterima negara terkait pembelian 191 handphone ini senilai Rp 26 juta. Hal ini dibuktikan dengan pengkalkulasian ahli kerugian Bea Cukai Sriyono, berikut perhitungannya 
1.    PPN 10% X nilai impor (10% X Rp 150.416.684 = Rp 15.041.668)
2.    PPh 7,5% X nilai impor (7,5% X Rp 150.416.684 = Rp 11.281.251)

"Sehingga penerimaan oleh negara yang tidak dapat diterima oleh negara akibat perbuatan terdakwa yang berasal dari PPN dan PPh sebesar Rp 26.322.919," jelas jaksa Elly.


Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,Senin (10/8/2020), Elly Supaini (Jaksa Penuntut Umum) menjelaskan kronologi ‘Penimbunan Barang Hingga Penyitaan Ratusan Handphone’ yang dilakukan Putra Siregar 

"Bahwa terhadap 191 HP berbagai merek yang telah dilakukan penindakan oleh saksi Franky Tokoro dan saksi Agus Hatuaon selaku Tim Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jakarta tersebut seluruhnya adalah milik terdakwa dan berasal dari Batam serta dikeluarkan dari wilayah kepabeanan tanpa melalui mekanisme yang seharusnya tanpa membayar PPN dan PPh," kata jaksa penuntut umum, Elly Supaini, saat membacakan surat dakwaan di PN Jaktim, Jalan Dr Sumarno, Penggilingan, Jakarta Timur, Senin (10/8/2020).


Jaksa menyebut bahwa perbuatan Putra merupakan tindak pidana. Putra Siregar si pemilik toko HP ilegal didakwa telah melakukan penimbunan, menjual dan memberikan barang impor ilegal. Atas hal tersebut, Putra didakwa melanggar Pasal 103 huruf d UU RI Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan dan UU RI Nomor 10 1995 Tentang Kepabeanan.